Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam

Sebagian umat Islam ada yang meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam? Apa pendapat para ulama mengenai trading forex, trading saham, trading index, saham, dan komoditi? Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam? Mari kita ikuti selengkapnya.

Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah.

Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya.

Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim. Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an,sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada.

Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,” ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.

Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi – karena satu dan lain hal — tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah.

Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan — satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional.

Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.

Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi. Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad.

Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl.

Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.

Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil.

Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad”.

Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah:

  • Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih.
  • Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih).
  • Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy).

b) Syarat-syarat

  • Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
  • Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst.
  • Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi.
  • Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya.

Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.

Trading Valas di Marketiva

Marketiva adalah broker valas yang telah menerapkan kebijakan Zero-Interest (tanpa bunga) pada semua posisi open. Tidak ada overnight (biaya menginap interest (bunga) yang dibebankan ataupun dibayarkan pada posisi yang berstatus open. Dengan demikian tidak ada konflik antara layanan Marketiva dengan larangan Riba dalam hukum Islam.

Dihimpun dari berbagai sumber.


...

Dua cara menghasilkan uang gratis dari internet bersama MarkeTiva:

  1. Buka Account, maka anda mendapatkan modal REAL sebesar $5, tradingkan sampai untung, maka keuntungannya bisa anda tarik.
  2. Buka Account, trading di desk virtual (uang mainan), apabila anda menjadi juara bulanan atau Master of The Month maka anda akan mendapat hadiah uang betulan sebesar $100, dan bisa ditarik.

Anda tidak perlu memilih, karena kedua cara di atas bisa anda jalankan secara bersamaan untuk menghasilkan uang dari internet. Silakan buka account DiSiNi, dan lengkapi identifikasi dengan cara upload Dokumen Pengesahan anda agar nanti hadiahnya bisa anda tarik ke rekening bank atau ecurrency milik anda.


hukum trading emas ,hukum trading emas online ,hukum jual beli mata uang dalam islam ,hukum bermain valas ,hukum trading emas online dalam islam ,hukum jual beli saham menurut mui ,hukumnya mencari uang haram menurut islam di akhirat nanti ,pandangan Islam tentang waktu jual beli mie ayam ,perdagangan uang haram ,mencari uang di internet tanpa membayar sepeserpun uang dan tidak ada unsur penipuan dan bisa menunjukkan legalitas perusahaan.
Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam
1 vote, 5.00 avg. rating (100% score)

137 thoughts on “Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam

  1. Lansky

    Yg jadi permasalahan terkait valas dalam Islam adalah sbb:
    1. Masalah spekulasi di mana dalam trading valas, kita hanya mencoba menebak arah pergerakan valas. Walaupun menggunakan analisis baik fundamental maupun analitik, tetapi tetap saja hasilnya tdk 100% alias bisa salah, yg mengakibatkan trader mengalami kerugian. Ini sama saja dgn judi bola ataupun judi lainnya, walaupun diprediksi dgn berbagai cara, tetap saja bisa untung ataupun rugi.
    2. short selling, yaitu menjual mata uang yg tdk dimiliki. ini juga dilarang dlm Islam.
    3. Ini juga bisa jadi pertimbangan, yaitu dampak spekulasi mata uang dapat mempengaruhi keadaan perekonomian suatu negara. Contohnya krisis ekonomi tahun 97/98 yg melanda negara-negara Asia termasuk Indonesia diklaim oleh beberapa pakar ekonomi sebagai akibat dari trading para pemain valas.

    Reply
    1. Ridwan

      saya hanya berkomentar tentang koment rekan lansky
      1. pergerakan pair mata uang di forex bisa dipelajari dan diprediksi,meskipaun tidak 100% tepat tapi dengan pengalaman di dunia forex anda dapat mempertinggi keakuratannya, buktinya sudah banyak master2 di dunia forex yang dapat bertahan dan meraup profit secara konsisten.
      mengenai spekulasi, apakah dagang di pasar tidak ada unsur spekulasi? bagaimana jika barang dagangan anda tidak laku sampai berhari-hari? akhirnya busuk dan modal anda ludes kan, berarti dagang di pasar haram donk!
      2. sebelum anda mengatakan short selling adalah menjual barang yang tidak dimiliki alangkah baiknya anda mempelajari apakah short selling itu? sistem short selling dilakukan dengan cara pihak broker memberi pinjaman mata uang yang akan anda jual dengan harga saat itu, selanjutnya anda akan mengembalikannya pada saat harga mata uang tsb turun sesuai perdiksi anda, profit kan. gmbarannya spt itu
      3. setiap aktiitas yang bersifat global dampaknya akan sangat berpengaruh, jgn hanya mempertimbangkan saat merugikan negara, bagaimana saat IHSG menguat? para inestor asing akan tertarik invest danaya di Indonesia kan, ujung2nya pak SBY tersenyum juga kan ^_^. hal ini yang jadi pertimbangan negara masih melegalkan forex online.

      Reply
    2. tandry

      Woi lansky lu bego ya?
      Semua bisnis emang ada untung ruginya
      Kalo lo mau yang pasti” kelaut aja lo
      Misal lo supir taxi
      Lo pilih jalur mana yang bisa dapet penumpang kan hoki”an
      Kalo pilihan lu salah lu bisa rugi (waktu+bensin)
      Hahahaha

      Reply
      1. hargahargabaru

        bagi saya masalahnya tidak semudah itu. Apalagi dalam Hukum Islam taruhannya tidak hanya balasan dunia, tapi siksaan setelah mati bro.

        Karena ini masalahnya pada masa Rasul belum ada forex sehingga tidak ada nash yang jelas mengenai hukumnya.

        Reply
      2. hor

        jangan gitu lah blsnya
        biasa ja
        kasih tau orang yang gag tw bukan dengan ucapan “bego, Goblok, tolol dan sebagainya”
        kapan indonesia damai
        tp bener juga omonganmu
        kalo mau pasti ya jadi pegawai
        ada pepatah
        pendapatan tinggi selaras dengan resiko yang tinggi juga
        oke
        piss

        Reply
    3. Fitroh Arvan

      Assalamualaikum

      Saya jawab ya..
      1. -Trading bukan main tebak tebakan.. ^^V
      Sekarang saya tanya ya om Lansky..
      -Kalau kita main judi.. kita itu melipat gandakan uang modal judinya dengan beja”an tanpa usaha.. betul?
      -Kalau kita jadi tukang ojek bagaimana kita dapat uang harus usaha cari penumpang…. betul? apa bisa tanpa usaha/beja”an dapet penumpang supaya dapet duid? Jelas bisa..
      -Kalau main forex kita dapat uang itu dengan usaha, menganalisa, kalau bagi yg tau benar” usaha deh.. betul para forexers? kalau dengan beja”an apa bisa? Jelas bisa..

      Nah jadi tukang ojek berarti haram donk..
      Yang namanya usaha apapu itu pasti butuh beja”an om..!!
      Sekalipun jalan kaki berangkat kesekolah datang tepat waktu juga beja”an om.. bisa aja kita nolongin orang mau nyebrang jadi telat deh… betul?

      2. Forexers itu menjual duid yang dimiliki lahhh….
      Gimana sih??? ^^V
      Duid modal daftar itu duid apa????
      betul??

      3.Nah ini apa lagi..!!!
      Forexers menyebabkad negara bisa krisis ekonomi…
      Berarti duid yang digunakan benar-benar ada…
      Berarti duidnya memang ada..
      Berarti duid yang kita pakai itu ada..
      Jadi duidnya itu Forexers miliki…..
      forexers itu memiliki duid… betul??

      Reply
  2. Lansky

    Koreksi untuk analisis pada point 1, adalah fundamental dan teknikal. bukan fundamental dan analitik.
    Thanks.
    Work hard –Yes. Trading/Judi –No!!!!!!!!!!!!

    Reply
    1. Ridwan

      untuk dapat menjadi trader yang sukses di dunia forex atau trader level utopia ‘begitu rekan2 saya menyebutnya’. bukan pekerjaan mudah bro, dibutuhkan kerja keras, pengorbanan , dan waktu yang tidak sebentar.
      trading berbeda dengan spekulasi/judi.
      work hard 4 trading -yes. judi – absolutely 100% no!!!!

      Reply
      1. coba belajar uang yang sebenarnya disini

        belajar judi juga bukan pekerjaan mudah.

        intinya baik judi maupun trading forex itu haram, karena barang yang dipakai juga haram yaitu riba. uang kertas adalah riba.

        silakan mampir di situs komentator ini untuk membaca lebih jauh mengenai uang kertas dan uang yang sesungguhnya.

        jangan komentar kalau belum baca!

        Reply
        1. Idhos

          anda tinggal di planet mana…? memangnya di planet anda belanja pake uang koin melulu… banyak banget uang koin anda… klo ngomong pake dasar dong, dipikir dulu baru disampaikan…

          Reply
        2. rigen

          maaf saya jadi geli baca komen anda, selama ini anda beli cabe pake emas ato perak?, baju yang anda pakai dibeli dengan dinar ato dirham? kwkwkkwkwk………… munafik lo…………! kalo anda masih blanja pakai uang kertas juga dan anda bilang itu haram, dimana logika lo….??????????? islam itu tak sekaku itu akhi, pinter mana lo sama Prof DR Quraisy Shihab, ………….. sok kasih komen analitis tapi justru ketahuan otak udang lo !.

          Reply
  3. Kurniawan

    Perdagangan valas/mata uang sudah jelas diharamkan dalam Islam. Uraian di atas mengaburkan pokok topik mengenai valas dengan istilah “komoditi berjangka” ….

    Reply
    1. Fitroh Arvan

      Halo om..
      Boleh saya tau Trading itu diharamkan????
      Ayat mana tuh??? Bagian mana tuh??????
      Dizaman para nabi itu belum ada Forex..

      Al-Qur’an itu bisa mengkuti perkembangan zaman..
      Al-Qur’an itu adalah suatu petunjjuk yang segala isinya benar..!!!

      Tetapi kita juga harus bisa menganalisa isi Al-Qur’an dengan benar…

      Reply
  4. zen

    Mengambil keuntungan dari selisih jual-beli valas tanpa ada keperluan real (perputaran barang, bepergian dll) jelas merupakan judi, membuat nilai tukar sebuah mata uang selalu berubah-ubah sehingga sektor real merasakan imbas yang buruk. tinggalkan jual-beli valas kalau tanpa ada perputaran sektor real. karena menginginkan keuntungan fana mendapat sengsara di padang mahsyar……

    Reply
    1. Ridwan

      dagang di pasar konvensional bukannya mengambil keuntungan dari selisih harga jg ya? anda kulakan dgn harga petani atau harga grosir lalu anda menjualnya dgn harga pasar, itu kan jg mengambil keuntungan dari selisih harga. haram dong dagang di pasar!
      menurut saya perdagangan di forex lebih jelas jika dilihat dari unsur penipuan, asalkan anda trading di broker yang sudah terpercaya karena hukum dan aturannya sudah sgt jelas dan ketat shg tidak bisa dilanggar dan tidak akan terjadi penipuan. bandingkan saja dgn pedagang2 di pasar yang banyak melakukan kecurangan spt memperberat timbangan dll yang menyebabkan pembeli dirugikan. sekedar tambahan, kata guru ngaji saya ‘pasar adalah tempat nongkrongnya setan” tidak bilang pasar forex tuh, hehe

      Reply
      1. Fitroh Arvan

        Saya sutuju dengan om Ridwan ^^

        Yang Jelas…
        Masalahnya…..
        Itu karena pada zaman nabi belum ada Forex…

        Al-Qur’an itu bisa mengkuti perkembangan zaman..
        Al-Qur’an itu adalah suatu petunjjuk yang segala isinya benar..!!!

        Tetapi kita juga harus bisa menganalisa isi Al-Qur’an dengan benar…

        Reply
        1. Rob

          Kalau menurut saya Trading / Forex sama dengan berdagang biasa, kulakan berapa, jual berapa…sudah jelas, cuma kita kan hidup dijaman Internet/bukan jaman Nabi MUhammad kita ga perlu barang nyata karena semua dibikin praktis (bisa direalkan apabila perlu) jadi ya cara dan sistemnya ya seperti yg temen2 Trader kerjakan sekarang….Kalaupun ada yang ga suka ya udah ga usah memaksakan pendapat, orang menjalalani hidup sendiri2 yg penting tdk merugikan orang lain, ya to? Sukses tuk teman2 semua….

          Reply
  5. rasajati

    judulnya aja sudah jual-beli, kok diharamkan, yg namanya jualan pasti cari untung dari selisih harga, kalo ga ada selisih harga mana bisa untung pedagan pasar convesional juga cari untung dari selisih harga beli dan harga jual, gimana sih kalian ini kok diharamkan, masalah ga ada barang waktu jual dan beli itu masalah jaman, dulu namanya uang kelihatan dan sekarang ada uang tinggal transfer bisa sampai, kan ga kelihatan tuh barangnya…..

    ” jangan mempersulit hal-hal yang mudah dan jangan mempermudah hal-hal yang sulit ”

    biasa-biasa aja lah…..wong jual beli kok haram di surat albaqarah juga ada :
    “jgn kau mengambil harta sesamamu dengan jalan yg bathil kecuali dengan perniagaan / jual-beli” itukan sudah cukup jelas…..

    terima kasih

    Reply
      1. jay crossbones

        setuju,
        klo forex haram berarti jualan online haram dong kn gag tau barang na ky mn cuma gambar doang trus d transfer byr na hahaha hidup forex hidup islam

        Reply
  6. try

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    untuk sdr G. Khun saya sudah membaca artikel sdr, lumayan rame komen2 membuat saya ikut memberi tangapan.

    Saya sendiri ga berani menyebutkan halal ato haram, karena saya bukan ulama, takut salah nanti malah dosa.

    Cuma setiap dalam diri kita punya keyakinan masing2 dan bisa menilai scr obyektif.

    Reply
    1. Fitroh Arvan

      Setuja..!!
      Semuanya juga tergantung atas pengunnaanyaa..
      Kalau uang hasil Forex itu untuk sesuatu yang haram maka orang itu mendapat dosa. Tapi apa Forex juga dosa dan menjadi haram? Ya enggak lah…
      Kalau hasil Forex itu untuk sesuatau yang baik apa Forex juga mendapatkan pahala??
      Ya enggak lah…
      Semuanya tergantung orang itu sendiri..

      Reply
  7. oomee

    dalam perdagangan konvensional menurut saya juga sama dengan PBK. misalnya saat ini kita kulakan barang dengan harga saat ini juga, akan tetapi tiba2 karena kondisi politik/ekonomi dsb yang menyebabkan harga barang tersebut turun drastis, siapa yang bisa mengelak?
    jadi menurut saya, benar masalahnya di spekulasi, tapi kalau kita sudah berusaha dengan menggubakan TA dan FA, itu sudah memenuhi aturan.
    jadi apa lagi masalahnya dengan hukum transaksi Forex dan sejenisnya ini?

    Reply
  8. mamet

    FOREX DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM

    ?????????? ???? ?????? ?????????????

    Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Ferex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

    Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

    Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

    HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

    1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima

    * Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
    * Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
    * Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

    * Suci barangnya (bukan najis)
    * Dapat dimanfaatkan
    * Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya
    * Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
    * Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

    Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.

    ????????????? ???????????? ???

    "Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan". (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)

    Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

    ?? ???? ?????? ?????? ????????????

    "Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya".

    Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:
    ?????? ???? ??????

    Kesulitan itu menarik kemudahan.

    Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

    JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

    Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya.

    Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

    Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing

    Reply
      1. Ridwan

        setuju,
        “jangan engkau mengambil sesuatu yang tidak ada padamu”
        Sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurairah.
        ahli Fiqih Islam hadist tersebut di tafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual-beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad hukumnya haram. Penafsiran secara demikian itu tidak pelak lagi, membuat Fiqih Islam sulit untuk memenuhi tututan jaman yang terus berkembang denganb perubahan-perubahannya.
        Karena itu sejumlah Ulama Klasik yang terkenal dengan pemikirannya yang cemerlang, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Diantaranya Ibnu Alqoyyim , ulama bernazhab Hambali ini berpendapat, bahwa “tidak benar jual-beli barang yang tidak nampak barangnya tersebut di larang”. Baik dalam Al-Qur’an, sunnah maupun fatwa para Shahabat, larangan tersebut tidak ada. Dalam Sunnah Nabi hanya terdapat “larangan menjual barang yang belum ada”, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad.

        Reply
  9. kang kung

    salam kenal.
    buat mas lansky, kayaknya nomer satu rasanya kurang pas buat saya. kenapa? kalau mas bicara seperti itu bahwa hal-hal yang tidak pasti 100% bukankah bisnis konvesional juga hasil analisis dan tidak 100% benar dan berhasil? kalau mas bilang seperti itu berarti bisnis konvensional juga haram karena tebak-tebak aja. walaupun ada analisis pasar dan segala macamnya. apalagi tukang mie ayam yang keliling setiap hari, dia tidak pernah menganalisis tempat yang bakal ia kelilingi. dan ia kadang untung kadang rugi. berarti bisnis dia juga haram dong?

    maaf, cuma mengkritisi bahasanya aja. kalo forex, no comment. masih belajar nyari yang lebih kuat.

    Reply
    1. hargahargabaru

      Benar juga, bisnis konvensional emang kadang dan rugi dalam hariannya, tapi dalam hitungan bulan pasti untung. Kalau gak untung pasti gak bertahan bisnisnya. Ini sih pengalaman yang pernah saya alami, saat jadi PKL.

      sama dengan kang kung, saya juga masih nyari-nyari hukum forex yang paling kuat. Sementar ini karena masih ragu jadi belum mencoba.

      Reply
      1. shuwat

        iya saya jga masih mencari yang lebih kuat hukumnya.,
        saya masih bingung kepada tebak2an harga itu .,,

        menurutku setelah kita mengalisis fundamental atau teknikal
        ketika tidak sesuai dengan analisis itu dinamakan resiko.,
        resiko akan mengarah lagi ke management resiko.,
        di dalam foreign exchange ada tiga management yang di pelajari
        1. management modal
        2. management emotional
        3. management resiko

        sama jga dengan pedagang mie ayam
        dia ja menganalisis
        melakukan management seperti diatas ( pedagang mie ayam mana yang tidak menganalisis management modal, emotional, resikonya/). tp ketika keuntungan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan di lose. tetap saja orang tidak menyebutnya sebagai judi.

        gtu deh pokoknya
        apa aja boleh

        Reply
  10. find

    saya kurang tau ekonomi, tp klo forex online nyata2 merugikan perekonomian suatu negara knapa d legalkan?

    Reply
    1. Fitroh Arvan

      Forex itu bisa merugikan bsa menguntungkan..
      Makannya dilegalkan…
      Forex itu juga menguntungkan negara kok….

      Reply
  11. ibahduaempat

    Saya ingin tanya, menurut anda, apakah manusia merupakan objek dari perdagangan internasional ??

    Kalau ya kenapa ??
    kalau tidak kenapa ??

    Reply
  12. just one

    Assalamualaikum WR WB.

    sebelumnya saya cuma ingin komentar aja…dan sedikit berpendapat

    menurut saya forex itu bukan judi karena pergerakan nila tukar mata uang itu bisa dianalisa baik secara teknikal maupun fundamental.kalau judi itu kan murni spekulasi tanpa anlisa,dan hanya untung2an saja…misalnya ketika kita pasang nomer atau main lempar dadu jelas tidak ada yg bisa dianalisa disana karena tiap nomer atau dadu yg kluar saat ini tidak ada hubungannya dengan yg keluar sebelumnya .sementara di forex pergerakannya bisa dianalisa secara teknikal dengan melihat history harga masa lalu mungkin ada yg bilang harga masa lalu tidak ada hubungannya dengan sekarang…hmmmm..saya kurang sependapat dengan hal ini karena kita yg sekarang ini adalah hasil dr masa lalu ,sifat kita pola pikir kita adalah hasil dr didikan masa lalu bagaimana kita sekarang adalah hasil dr apa yg kita lakukan di masa lalu.dan secara fundamental kita bisa melihat data2 ekonomi suatu negara apakah membaik atau memburuk .

    sekian
    wassalamualaikum wr wb

    Reply
  13. Aziz

    Masya Allah, ruang komen ini jadi ajang diskusi mengenai masalah Kontemporer. Ana banyak belajar disini. Untuk forex afwan no komen, ana masih mau belajar banyak.
    Terima kasih, ana akhirnya banyak belajar hari ini, Alhamdulillah…

    Reply
  14. allezzii

    assalamualaikum,

    subhanallah.. begitu indah islam :)
    dalam hal ini saya orang awam yang pingin tau, boleh apa enggak sih forex?
    saya menyimak diskusi dari orang2 berilmu diatas & mendapatkan banyak pengetahuan ttg forex. jadi kesimpulannya halal ya?
    menrut pikiran saya juga begitu, karena forex membutuhkan analisa & prediksi jeli, bukan gambling semata seperti judi.

    Reply
    1. jay crossbones

      setuju
      klo forex haram berarti penjual d toko emas haram tuch beli waktu harga murah jual waktu harga tinggi parah.
      hidup forex hidup islam

      Reply
  15. eris

    ASSALAMUALAIKUM Wr.Wb

    kalau menurut saya yang udah tanya ke ustad …
    katanya “HUKUM VALAS ITU ADALAH ANTARA HALAL DAN HARAM”

    “Knapa halal?”
    karena tidak ada yang dirugikan baik si pelaku,negara atau siapapun…. dan juga trading valas sepeti jual beli.. bisa untung bisa juga rugi.. seperti dagang kan? dan juga trading valas tu pake otak juga cara kerjanya. tidak seperti judi bila ada yang menang pasti orang lain(peserta judi) rugi karena modal dia diambil si pemenang dan judi itu cuma pake berharap menang cara kerjanya

    “kenapa haram?”
    karena trading valas seperti melipat gandakan uang dari selisih hraga mata uang…
    dan juga agak berbau judi…

    rassullulah bersabda” bila ada sesuatu yang tidak pasti(hukumnya),maka itu bagaikan manusia diantara jurang dan daratan yang selamat”

    maksudnya bila kita ikut trading valas ,kita bisa saja semakin jauh bergelimang dosa atau halal hukumnya…

    WALLAHUALAM

    saran saya:
    1. bila ada yang menggantungkan hidupnya pada trading valas sebaiknya anda berNAZAR (janji) kepada allah swt bahwa anda akan menginfakan dalam jumlah besar (misal 25% dari hasil valas) dan berjanji akan membantu orang yang membutuhkan juga menggunakan uang itu buat hal2 yang baik…. (bukan untuk nabuk zinah dll) sesungguhnya allah mengampuni kebodohan/ketidak tahuaan akan sesuatu….

    2. bila ada yang menyatakan haram tolong jangan mempersalahkanya berlebihan kepada si pelaku trading valas.
    karena itu akan merusak hubungan sillahturrahim.. dan menimbulkan emosi si pelaku.
    karena allah lah yang maha tau itu haram atau tidak.

    3.bila ada yang ragu2 (pemula yang ingin ikut tading valas untuk penghasilan namun ragu akan hukumnya dan takut dosaa ) SEBAIKNYAA JAUHI SAJA ……. daripada kita dosa.. benar kan?

    ini saran pribadi saya :
    kalau bisa mending uang hasil trading itu di infakan sebagian kecil dan digunakan modal usaha sebagian besar. nah, jika usaha sudah berjalan sukses “”"LEBIH BAIK HENTIKAN TRADING VALAS NYA DAN URUSLAH USAHA ANDA DARI HASIL TRADING…
    DENGAN ANDA BERBISNIS SECARA JUJUR MAKA ANDA AKAN MENJADI KAYA RAYA DENGAN HALAL.

    DENGAN BEGITU …TIDAK ADA YANG MENGHUJAT ANDA BAHWA UANG YANG ANDA PEROLEH HARAM/TIDAK .
    DARIPADA ANDA SEUMUR HIDUP MENGGELUTI TRADING VALAS DAN KAYA RAYA NAMUN HIDUP ANDA TIDAK TENANG KARENA HUJATAN ORANG TENTANG HUKUM UANG ITU.. BELUM JUGAA ANDA DIHANTUI RASA WAS WAS… SEUMUR HIDUP.
    JADI LEBIH BAIK IKUT SARAN PRIBADI SAYA SAJA.. BILA ANDA SUDAH KEPALANG TANGGUNG IKUT TRADINNG VALAS “”"

    TRMS .. WASSALAM

    Reply
    1. Fitroh Arvan

      Nah… jadi ini terletak diantaranya kan…!!
      Semuanya juga tergantung atas pengunnaanyaa..
      Kalau uang hasil Forex itu untuk sesuatu yang haram maka orang itu mendapat dosa. Tapi apa Forex juga dosa dan menjadi haram? Ya enggak lah…
      Kalau hasil Forex itu untuk sesuatau yang baik apa Forex juga mendapatkan pahala??
      Ya enggak lah…
      Semuanya tergantung orang itu sendiri..
      Nah ini mungkin jalan keluarnya…
      JADi haram jika pengunaannya yang salah
      JADi halal jika penggunannya yang benar

      Reply
  16. gemma

    assalaamualaikum..
    wah rame bngt diskusinya…tp smuany kmbali kpd individu msing2..sy adlh pelaku forex..sy menjalankan bisnis ini bkn g ada prtimbangan terlebih dulu..sy cm berniat apa yg sy lakukan ini adlh untuk ibadah..g ada niatan untuk judi..
    toh klo dikaji ulang bisnis konvensional juga bisa dikatakan judi loh..uraiannya sudah bnyak di bahas diatas..
    yg ingin sy tekankan di sini adlh pd dsrnya bisnis yg kita lakukan jaman skrng sudah bnyk mengalami perubahan..untuk kapastian itu halal ato haram kita kmbalikan pada NIAT masing2 individu..INNA A’MALU BI NIAT!! sgala ssuatu itu kmbali kpd niatnya..
    klo ingin bisnis yg bnr2 bersih, ikutin aja spt yg dilakukan Rosulullah..klo mo jual kasih tau aja sy kulakan segini..km mo ksh untung brp..tp sptnya untuk umat jaman skrg akan susah menerapkan hal spt Rosulullah..makanya ada zakat, shodakoh, amal dll untuk membersihkan rejeki kita..percuma dong bekerja tp zakat g pernah byr..2,5% hak org lain g di byrkan..jujur pd diri sndiri, apa kita sudah melakukan hal tsbt???
    akhirnya sy cm berpndpat dan msh bnyk balajar…kmbalikan smuanya pada NIAT msing2 individu……

    thxs!!

    Reply
    1. king arjuna

      alhamdulillah sedikit byk masukan dari sdr2ku dalam halaman ini tentang kajian hukum islam PBK, sy juga pelaku perdagangan tersebut dan sy sdh mendirikan perusahaan bergerak dibidang itu, insya Alloh barokah dan bermanfaat bagi ummat.

      Reply
  17. Abu Uwais

    RE: [assunnah] Tanya hukum bermain VALAS/FOREX

    Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuhu

    Berikut Seputar Fatwa Ulama Tentang Berbisnis Valuta

    * Tidak Apa-apa hukumnya berbisnis Valuta karena merupakan
    penjualan uang dengan uang akan tetapi disyaratkan adanya At-taqabudh
    (serah terima barang ditempat) sebelum berpisah (badan) , baik barang
    tersebut sudah diserahkan maupun telah diterima benda yang posisinya
    sama, seperti cek yang sudah dilegalisir dan diberi materai (penguat
    disisi Hukum), juga baik kedua orang yang saling menukar adalah pemilik
    barang ataupun hanya sebagai wakil. Jika penukaran tidak berjalan
    seperti kriteria ini maka tidak boleh hukumnya dan pelakunya termasuk
    orang yang berbuat maksiat dan kurang beriman namun tidak
    mengeluarkannya menjadi kekufuran. (Fatawa Islamiyah, dari Fatwa Syaikh
    Ibn Jibrin, Jld 11,Hal. 364)

    * Transaksi Jual Beli Valuta (mata uang) disebut dengan dengan
    Sharf(Change/penukaran) dan sharf ini harus ada at-Taqabudh (barang
    masih dipegang) saat dimajelis akad. Bila at-Taqabudh ini telah terjadi
    dimajelis akad maka hal tersebut tidak apa-apa hukumnya. Dalam arti,
    bahwa jika seseorang menukarmata uang Riyal Saudi dengan dolar Amerika,
    maka hal ini tidak apa2 sekalipun dia ingin mendapatkan keuntungan
    nantinya akan tetapidengan syarat dia mengambil dolar yang dibeli dan
    memberikan Riyal Saudi yang dijual.
    Sedangkan bila tanpa at-Taqabudh, maka hal itu tidak sah dan termasuk ke
    dalam riba (kitab ad-Da’wah,edisi V, dari fatwa syaikh ibnu Utsaimin,
    jilid 11, hal 40)

    * Hal itu tidak apa-apa, yakni bila seseorang membeli dolar atau
    mata uang lainnya lalu menyimpannya kemudian menjualnya lagi bila
    nilaitukarnya naik, tidak apa-apa asalkan dia membelinya dari tangan ke
    tangan (diserah terimakan secara langsung), bukan secara nasi’ah
    (tempo), membeli dolar dengan riyal saudi atau dinar irak haruslah dari
    tangan ke tangan, ketentuan seperti ini sama seperti membeli emas dengan
    perak yang harus dari tangan ketangan, Wallahu Musta’an.
    (Fatawa Islamiyah dari fatwa Syaikh Ibn Baz,Jld 11, Hal 364)

    ( Diambil dari Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2 Hal 87,91,92 Darul Haq )

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

    Irvan Dhani [1400H / 1980 M]
    karawang KIIC

    —–Original Message—–
    From: winarno@… [mailto:winarno@...]
    Sent: Wednesday, February 16, 2005 2:51 PM
    To: assunnah@yahoogroups.com
    Subject: [assunnah] Tanya hukum bermain VALAS/FOREX

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mohon pencerahannya, bagaimana hukum bermain “valas/forex” dalam
    Islam…?

    Jazakumullah
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
  18. bg thoyib

    uraian uraian dr pd agan2 diatas seru jg,, menurut agan sekalian kalo trading forex menggunakan margin trading halal atau haram??? krn saat skrg ni setau ane,, bnyk perusahaan FOT yg bermunculan,, tradingny kan menggunakan margin trading,, ni sekilas ttg margin trading:
    perdagangan tanpa proses penyerahan (future non delivery trading) seperti margin trading yaitu transaksi jual-beli valas yang tidak diikuti dengan pergerakan dana dengan menggunakan dana (cash margin) dalam prosentase tertentu (misalnya 10% sebagai jaminan) dan yang diperhitungkan sebagai keuntungan atau kerugian adalah selisih bersih (margin) antara harga beli/jual suatu jenis valuta pada saat tertentu dengan harga jual/beli valuta yang bersangkutan pada akhir masa transaksi. Contohnya dengan margin 10% untuk transaksi US$ 1 juta, pembeli harus menyerahkan dana US$100.000.

    Reply
  19. fernand

    bermain Marketiva atau sejenisnya adalah JUDI-Haram. ini sudah jelas. Jangan bertanya kepada orang yang ikut main forex, sudah pasti akan dijawab halal.
    Padahal kita tahu main forex (marketiva) adalah permainan antara peserta dengan peserta lainnya dengan perantara biro/jasa. Masing2 mencari untung dengan perputaran dana sesama mereka saja.. Kalau tidak pemain yg untung pasti biro jasa yg akan untung. setiap transaski pasti ada pihak yg ditugikan/diuntungkan.
    Hati hati dengan trick trick Yahudi…!!! termasuk contohnya hal yg kecil saja seperti isu ramalan kiamat 2012, siapa yg percaya berarti sudah syirik dan dosa besar, orang Yahudi tahu hal ini dan inilah tujuanya.

    Reply
  20. Abu Zahwa Muhammad Al fatih

    Saya sudah membaca banyak koment2 diatas. Ada yang bicara berdasarkan ilmu, dan ada yang asal-asalan. Terakhir saya berpendapat berdasarkan pengalaman.
    “1. Jika trading valas dilakukan berdasarkan dugaan, seperti berenang ditengah laut atau berjalan di kegelapan malam, artinya trading tidak menggunakan ilmu, maka trading valas baginya adalah “judi, “karena kerugiannnya sangat jelas.
    “2. Jika trading valas dilakukan berdasarkan ilmu ; ada ilmu dan sistem yang dipelajari, dipahami baik teknikal atau fundmnet dan sudah dikuasai betul (banyak sekali sistem-sistem trading di berbagai situs), sehingga penguasaan ilmu itu dijadikan dasar untuk trading valas, maka baginya halal. Bukan main beratnya menjadi master trader, atau trader-trader yang profit.
    3. bagi orang yang tidak memahami trader valas, dia akan mengatakan haram (judi) karena hanya mengetahui konsep umumnya. dan bagi yang sudah mempelajari, memahami pahit getir, dia akan menulis (setuju dengan) seperti point 1 dan 2.
    Kaidah feqih (kalau nggak salah), “Al hukmu yaduru ma’a ilatihi…”

    Reply
  21. Basri Ahmad

    Entahlah… soal HARAM ato HALALnya. Ulama yang lebih faham.

    Prinsip dari perdagangan Valas telah terjadi pergeseran prinsip yang mungkin awalnya dari Money Changer.
    Penukaran Mata Uang karena kebutuhan dimana mata uang itu lazim dipergunakan bukan karena mencari keuntungan dari selisih mata uang tersebut.

    Tapi saya rasa semua kembali ke pilihan masing-masing karena kita hidup diberikan hak oleh Sang Pencipta untuk memilih.
    Mudahan2an kita semua tetap dalam lindungan-NYA. AMIN.

    Reply
  22. fernand

    Emang kita dikasih pilihan oleh tuhan, tapi pilihan yg mana ? halal atau haram…????
    Kalaupun bisa maen valas atau maen forex dengan ilmu tinggi sekalipun tetap aja HARAM..
    Karena transaksinya sudah bersifat merugikan di pihak lain, padahal semua pihak mengharapkan untung. ntung semua akan mustahil, siapa yang akan membayar ? Bukan teknik bermain yg dikedepankan tapi duitnya Bleeehh…!!??? Kalau masih ada yg nanggapin halal dengan dalil apapun berarti itulah dia orang yg fasikkkkk.. Jadi forum ini sudah cukup disini saja ga usah dilanjutkan (Tutup), apalagi buat yg punya blog ini, pasti sudah ngerti.

    Reply
  23. adie

    SETUJU DENGAN BUNG ERIS, MAIN VALAS BUAT NYARI MODAL UNTUK USAHA…..KLO ADA ORANG YANG NGOMONG FOREX JUDI KARENA SPEKULASI,BERARTI DIA NGGAK TAU APA ITU FOREX N BAGAIMANA TATA CARA MAINYA…KAPAN NEGARA INI BISA MAJU KALO WARGA NEGARANYA BERFIKIR SEMPIT.

    Reply
  24. wahyu

    segala usaha yg kadang kita lakukan dengan perhitunganpun kadang meleset,berharap sesuatu yg kadang sudah pastipun kadang menjadi tidak pasti,jd hidup ibarat permainan yg Esalah yg menentukan,asal kita mau berusaha!untuk valas kalo anda yakin jalanilah klo ga yakin jangan kmu laksanaka..

    Reply
  25. dysta

    …mending kerja di perusahaan atau di pemerintah udah santai, gaji gede bisa korupsi lagi , trus pasang muka tembok, dah beres kan…ngapain pusing2 dagang yg ngga karuan untung…..sengtuju…betul…betull..betulll…debad kaya gitu sampai kiamat ngga bakalan rampung….

    Reply
  26. wong ndeso

    asslmkm wr.wb

    waka…waka..eee. forum diskus yg panjang & informatf 4 yg awam.
    perbedaan adalah anugrah so jaga anugrah itu jngan sampai bikin ukhuwah islamiah jd hancur. ok !!!!!
    dalam Al-quran jelas-jelas disebutkan Iqra ( Bacalah), maka dalam menentukan sesuatu termasuk tentang Halal/ Haram harus harus didasarkan dengan ilmu yang bersumber dari Al-quran/Hadist dan akal budi manusia yang dianugrahkan Allah SWT kepada kita…..wassalam

    Reply
  27. abdul

    wah, sy sbnrnya tertarik dgn forex, pengen nyoba soalnya ada tmn yg sukses melalui forex… tp sy pngn liat dl hukumnya dlm islam, dan alhamdulillah sdkt tau krn artikel dan komen teman2 yg ada disini,… sy setuju dgn pendapat rekan mamet…

    samuanya harus jelas sebabnya, apa itu forex, kenapa ada forex, kenapa forex seperti ini, dan yg pada akhirnya kita ini (manusia) berbisnis (melakukan aktivitas perekonomian utk kesejaghteraan kita sendiri) melalui forex. nah niat awalnya bagus toh, CUMA modelnya forex YANG SEPERTI INI itu mgkn ditinjau sejenak ANEH, namun ya di lihat dari akarnya dulu, kita skrg hidup di jaman yg perekonomiannya sudah maju, namun tetap pada intinya ya JUAL – BELI, saya kira pendapat rekan MAMET cukup menjelaskan semuanya. :)

    Reply
    1. Tulang

      Salam kenal semuanya………..!!!!!!
      Saya sependapat dengan anda.
      Karena menurut saya hukum forex itu lebih dekat ke HARAM karena banyak yang subahat (samar-samar)
      Yang jelas mata uang bukan tapi hanya sebagai alat tukar.

      Reply
      1. jay crossbones

        yang bilang forex haram mungkin dulu pernah coba tapi MC hahahaha
        apa enggak pengen bisa tapi otak na bebel jd gag bisa trading hahahaha

        Reply
    2. Tulang

      Salam kenal semuanya………..!!!!!!
      Saya sependapat dengan anda.
      Karena menurut saya hukum forex itu lebih dekat ke HARAM karena banyak yang subahat (samar-samar)
      Yang jelas mata uang bukan barang tapi hanya sebagai alat tukar.Lagian di indonesia ini dalam pengambilan hukumnya sesuai dengan kemauan pemimpinnya. seharusnya dalam menetapkan sebuah hukum umara yang datang ke ulama,di indonesia sebaliknya. ya kesimpulannya hukum di buat berdasarkan kepentingan orang kaya.
      Trimks

      Reply
  28. Mr. Anwar

    Saya pikir untuk menetapkan hukum suatu hal itu bukanlah perkara yang mudah. Termasuk transaksi forex. Saya hanya mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh MUI tentang forex yang intinya membolehkan, silakan cek ke web MUI saja. Saya pikir MUI juga tentunya sudah mengetahui semua bentuk transaksi perdagangan valas, baik yang dilakukan di ex-changer ataupun di bursa. Jadi ya lakukan apa yang kamu yakini. Jika ingin membersihkan hasil usaha trading ini, keluarkan zakatnya.
    Setahu saya, yang bisa menetapkan suatu hukum setelah nabi dan sahabat wafat kudu hapal quran n ribuan hadits..
    terima kasih untuk semuanya

    Reply
    1. Edhi

      Untuk Mr. Anwar: Mari saling mengingatkan. Barangkali anda kukrang teliti dalam membaca fatwa, di fatwa MUI tentang jual beli VALAS. Berikut cuplikannya:

      “Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya BOLEH dengan ketentuan sebagai berikut:

      a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
      b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).”

      Bagaiman dengan Forex Trading? Menurut saya ketentuan poin a. tentang tidak untuk spekulasi tidak bisa terpenuhi. Artinya, main forex trading itu MURNI untuk Spekulasi dan bukan utnuk kebutuhan transaksi, misal anda mau melancong ke luar negeri dll.
      Jadi jual beli Valas model begitu menjadi TIDAK BOLEH.

      Terima kasih

      Reply
      1. Imam Munawir

        Lagian Fatwa MUI menjadikan kegamangan..
        Seharusnya ponit b tidak di masukkan.. kenapa?
        Karena menukar uang untuk transaksi sebagai contoh karena pergi keluar negri TIDAK TERMASUK JUAL BELI mata uang.. Karena Jualan itu artinya untuk mencari keuntungan dari hasil jualan, sedang menukar uang karena sebab manfaat dan keharusan, maksud keharusan kan tidak mungkin berbelanja di luar negeri pake rupiah. itu Menukar mata uang dari bentuk yang berbeda tapi nilai HAKEKATnya sama. Intinya TUKAR MENUKAR karena keperluan sesuatu BEDA dengan JUAL BELI Barang Atau Jasa

        Reply
  29. Herry

    Pendapat saya adalah HALAL. Sesuai dengan perkembangan & kemajuan zaman, semua uang dunia yg beredar bersumber pada forex. Islam sangat fleksibel, mengikuti perkembangan zaman. Yang perlu dicatat adalah : Hasil bisnis forex tidak digunakan untuk kejahatan, lebih bagus bila digunakan untuk membuka bisnis di Indonesia, hitung-hitung membantu Indonesia memajukan perekonomian. Satu lagi, modal yang digunakan bukan uang hasil kejahatan. Terakhir, modal yang digunakan adalah uang ‘sisa’ setelah pengeluaran rumah tangga sehari-hari, sehingga bila kebetulan anda blm beruntung & modal anda habis, tidak membuat goyang ‘dapur’ anda. Thanx a lot.

    Reply
  30. Mark T. Aprillio

    Wah.. baca koment2′na seru jg nie..
    hehehe..
    subahanallah, menambah ilmu saya banget..
    kalo saya boleh sedikit berpendapat, saya pernah mendengar tentang hadist rasulullah yg kurang lebih isinya spt ini ” tinggalkanlah sesuatu yg meragukanmu”. (kalo gak salah)
    intinya si poko’na kalo kita yakin ya “Monggo2 sja”.. tp kalo qt ragu & tidak percaya itu halal ” y, sebaiknya tinggalkanlah”..
    begitoooo.. !!! terimakasih sebelumnya.. :)

    Reply
  31. Nova

    ikut nimbrung nih..
    klo menurut saya nih….(untuk diketahui saya pemain forex dari tahun 1993) …,
    menurut saya simpel aja….
    asalkan tidak merugikan orang laen sah-sah aja….
    ada gak selama ini yg merasa dirugikan????
    kayaknya gak kecuali memang dia gak bisa prediksi secara akurat….
    thank’S

    Reply
  32. Oryzaee

    Assalamu alaikum
    sungguh islam mengajarkan kebenaran dan bukan kesesatan.
    untuk pendapat saya sendiri, terlepas dari ikut pendapat yang mana
    saya lebih menganjurkan memilih pekerjaan yang memang telah terbukti status “putih”nya, bukan kontemporer yang sangat pekat dengan warna “abu-abu”nya

    saat pertama membaca artikel diatas, saya mengira ini pembahasan yang independent, jadi tidak mengikuti mana yang menolak, atau mana yang menjalani, namun ternyata di akhiran baru terlihat ikut yang mana dan itu menyebabkan pembaca tidak berpikir bahwa anda objektif lagi

    semoga bermanfaat
    “rezeky Allah tersebar di bumi, cari lah yang halal dan toyyib karena itu akan membuat barokah”

    Reply
  33. oupie

    saya setuju dengan Oryzaee
    kita dianjurkan untuk meninggalkan hal hal yang menimbulkan syubhat…..
    mari kita cari pekerjaan yang halal dan menentramkan hati….
    jangan sampai kita tergiur dengan keuntungan yang berlipat tapi dengan cara yang tidak dituntunkan….
    amiiiiiinnnnn

    Reply
  34. Master

    Sebaiknya ketika kita ingin bicara tentang hukum Islam, alangkah baiknya jika juga melihat dasar-dsar istinbath hukum islam itu sendiri. Benar bahwa forex masuk dalam kategori masalah kontemporer yang keputusan hukumnya harus didasarkan pada analisa/ijtihad. Seorang mujtahid diharuskan memahami benar ilmu ushul fiqh. Dalam ilmu ushul fiqh inilah diatur bagaimana proses analisa untuk memutuskan suatu persoalan.
    Tidak ada satu alasanpun yang bisa dijadikan dasar bahwa forex haram. Dan hampir seluruh ulama yang berilmu, bukan ulama kampungan yang hanya dengar sana dengar sini tanpa paham bagaimana hukum islam itu dibentuk, pasti mengatakan forex halal.
    Logika hukumnya mudah saja, jual beli mata uang tidak ada bedanya dengan jual beli pada umumnya.
    yang sering dipersoalkan orang adalah untung ruginya, kerja beberapa menit dapat uang banyak dan seterusnya. Ini pemikiran yang tidak berlandaskan prinsip hukum dan fakta ekonomi.
    Semua jual beli adalah spekulasi. dalam bisnis real, Anda membeli barang belum tentu ketika Anda jual akan selalu untung. Demikian juga forex.
    Dalam pengertian umum maupun fiqh, judi adalah mengharapkan keuntungan tanpa berdasar pada logika apapun, murni untung-untungan/spekulasi.
    Berfikir agak terbuka dan dalami logika hukum dululah seblum memvonis forex haram dan sebagainya.

    Gitu deh bos kira-kira…,

    Reply
  35. gtcom

    halo, sy pembaca baru. maklum blm pernah ikutan perihal trading valas.
    cmn sekedar pengen tau aja.
    kalo trading itu kita harus naruh uang dulu apa gmn??
    lalu nanti uangnya akan diputar di pasar begitu??
    lalu klo misalnya kita ternyata salah close yg akibat nya merugi, apakah uang yg kita taruh tadi akan lenyap semua ato gmn??

    klo ada salah pemahaman mohon dimaklumi bro.
    Trims

    Reply
  36. arya

    JUAL BELI YAH? tau belinya ke sapa ga tau Jualnya Ke sapa.tau tau main jual aja..

    ah mending maen rolet sekalian ato poker bro..jelas2 haram,tp kita ga menyelewengkan/mensalah tafsirkan hukum agama untuk kepentingan pribadi/membenarkan diri….

    Reply
  37. cihuyyy

    temen gw bilang:

    trading kalo profit halal
    trading kalo loss haram

    hahahha…..

    makanya sekolah yg bener, cari ilmu fundamental analisa perekonomian, bukan sekedar hitung2 kancing, harga naek apa turun masa diitung2 pakai “kayaknya”. semua itu ada sebab penyebabnya. tanpa analisa dan logika berpikir keilmuan, jelas forex trading itu haram. nanti kalo margin call teriak2 nyalahin forex haram, kalo profit bilang halal,, makanya belajar dulu ilmunya,, jgn belajar teknikal,, belajar ke fundamental perekonomian negara dan pergerakan mata uang,, pakai currency correlation statistic analysis.

    ga ngerti ? makanya sekolah yg bener, cari ilmu yg bener,

    gw baca2 komen di atas,, malah jd ketawa2 sendiri,, yg komen malah banyak yg ga ngerti sistem pasar mata uang, perekonomian internasional itu bagaimana dan cara kerjanya.

    darimana ceritanya trader retail seperti kebanyakan orang ini bisa mempengaruhi harga2 pergerakan mata uang, hahaha… pliss deh ah,, coba dipelajari dulu arti pasar mata uang itu apa, apa yg menyebabkan shifting harga, apa yg mempengaruhi supply & demand di pasar, siapa saja pemain di pasar mata uang,,

    kalo belum tau jelas tentang masalah ilmu ini,, alias di otak ente ilmunya masih samar2,, jangan maen forex,, gw jamin ludes semua uang lo dalam ga lebih dari semalam, hukumnya jelas haram,, karena ngga ngerti ini,, ngga ngerti itu,

    haram & halal tergantung pelakunya & cara transaksinya.

    Reply
  38. Nurmala Jahidin

    cihuyyyyyyyyyyyyy…………..jadi ane yang bloon bego tentang forex g’ boleh dong maen forex?……untuk yang bego and bloon HUKUM nya HARRRRRRRRRAM khan…….? ajarin……dong! ane mau pintar deh biar g’ HARRRRAM….:-)

    haram & halal tergantung pelakunya & cara transaksinya.

    begitu ya cihuyyy …HUKUM FOREX?! asyyyik deh…:-)

    Reply
  39. dani

    setiap pedagang apapun juga mencari selisih harga sudah sesuai syariat….mengharamkan dagang valas tp mendiamkan koruptor…melek gak sih ntu orang…
    klo nyebar duit ke rakyat agar di coblos jd pemimpin negeri ini,pada masa bodoh,berarti pemimpin negeri ini emang masa bodoh…ya mending masa bodoh aja drpd kita bodoh beneran mending masa aja yg bodoh..

    Reply
  40. Fitroh Arvan

    Yang Jelas…
    Masalahnya…..
    Itu karena pada zaman nabi belum ada Forex…

    Al-Qur’an itu bisa mengkuti perkembangan zaman..
    Al-Qur’an itu adalah suatu petunjjuk yang segala isinya benar..!!!

    Tetapi kita juga harus bisa menganalisa isi Al-Qur’an dengan benar…

    Menurut saya anak usia 13 tahun ini….
    Forex itu halal….
    Karena sebenarnya masalah tukar menukar uang itu disananya itu memang benar-benar ada kok…
    Anggota Forex itu sebenarnya ikut tukar-menukar uang kok…
    Sebenarnya memang ada… tetapi kita itu diwakili oleh perusahaan Trading itu sendiri….
    1. Daftar menjadi anggota perusahaan forex. Misalkan kita modal 1jt, itu ibaratkan kita mempunyai barang yang buanyak harganya totalnya 1jt…
    2. Saat harga naik dan turun itu seperti pelalangan. Contohnya pelelangan motor.. jiga motor 1 yang minat itu banyak maka harga itu akan naik dan tergantung kita mau menjual kepada penawar dengan tawaran brp?… jika harga turun berarti motor 2 itu tidak ada peminatnya maka harga itu akan turun supaya bisa dibeli oleh pembeli atau pembeli sendiri yang menawarkannya…
    3. Saat kita Close. Itulah saat dimana Motor kita itu kita jual terhadap sang pembeli.. tergantung motor kita itu ada peminatnya atau tidak.

    Jaaadddiiii….
    Sebenarnya itu seperti pelelangan motor…
    Akan tetapi kita itu diwakilkan…!!
    Sebenarnya anggota Forex itu ikut jual beli uang..
    Tetapi kita itu diwakilkan….

    Reply
  41. tatoe

    bagaimana hukumnya kl kita hanya memberikan modal saja, trus yang memainkannya berani kasi kita pembagian keuntungan misalnya 5% perbulan dari modal yang kita berikan, trus pemain berani menangung atau menganti modal kita jika pemain mengalami kerugian/ modal kita tetap aman, dan semua di tuangkan dalam kontrak yang jelas, tlg bantuannya ya, hukumnya apa keuntungan yang kita terima itu, apakah halal atau riba????

    Reply
  42. Udin Mendunia

    saran saya simple aja bro.
    - pelajari dengan baik dulu asal muasal gemana ada forex itu,
    - gemana mekanisme perdagangan dunia.
    - siapa saja yg terlibat (bank2 besar terlibat loh), berarti kita nabung pun ikut serta di dalamnya, kecuali anda nabung di bank syariah lain kasusnya (Piss Man).
    - menururt saya lembaga yg berkompeten seperti MUI, ICMI blom ada larangan, jadi saya pribadi ngikut pendapat para ulama aja deh, walo saya bukan orang forex.

    Saya kira sekian urun rembug saya. :)

    Reply
  43. ammel

    Maaf mas Fitroh Arvan,hnya nambah dkit..

    Masalahnya…..
    Itu karena pada zaman nabi belum ada Forex…

    ht” berkata sperti ini,pelajari dl s’mua sblm anda berbicara..

    ex:zaman rosul sudah ada pesawat terbang yg dpt mengitari bumi dlm kurang lebih 30menit.
    maaf klo kt” mengena pd anda.maaf saudaraku!!

    Reply
  44. jay crossbones

    hahaha yang penting profit guw hari ini 100 dolar hahaha jd jangan sirik yach :P

    Reply
  45. kang mahmud

    Gag pakai dalil mumet
    logikanya sama ga dengan tebak/judi
    banyak forex yang sama dg judi
    jangan membuingungkan dan bertele2
    ada unsur judinya HARAM
    dah selesai

    Reply
  46. RIGEN

    yang bilang trading forex haram jelas orang tolol yang asal bocor, parahnya lagi pada nggak mau baca/mempelajari, padahal wahyu pertama adalah ‘BACALAH’ jadi yang asal omaong haram tanpa mempelajari dulu sisten trading forex gak ngikutin perintah Alloh. itulah orang FASIQ yang sejati. sorry gue jadi kasar nih.

    Reply
  47. nafik

    Assalamualaikum wr wb.
    Just kasih masukan aja mas-mas,bapak-bapak,saudara2 SEIMAN.
    Berdasarkan Kitab:
    Syariat itu segala transaksi (akad) dlm mu’amalat (bisnis) diperbolehkan, jika memenuhi syarat2:
    1. Shidqu, adax transparansi dlm transaksi itu. (Makax segala transaksi yg ada ghurur (penipuan) adalah haram..
    2. Mabi’ (yg ditransaksikan) jelas & bisa dirasakan manfaatnya..
    contoh: klo dulu jual batu tidak boleh kenapa? karena dibuat untuk BERHALA. tapi sekarang tidak apa karena manfaat nya banyak. salah satunya buat ngecor rumah. .he……^.^
    3. Adlu (keadilan).artinya keuntungan & manfaat mabi’ bisa dirasakan oleh kedua belah pihak.
    contoh: dulu, jual uang dengan uang hukum haram, Kenapa? Sbb jaman dulu bahan uang dari emas. kenapa haram? contoh kasus: ada botol emas berat 1kg,dibeli dengan uang emas 15 keping yg hanya seberat 15 gram masak dikasi? kan GA ADIL !!!
    Contoh lagi:
    Bank itu harom!!!..
    Kata kitab, orang meminjamkan uang dengan bunga itu hukumnya haram . KENAPA?
    Sbb kalo dulu, orang pinjam uang itu tandanya fakir miskin, ga bisa makan,akhirnya hutang untuk beli makan. ya jelas HARAM, orang fakir-melarat ko malah diinjak-injak bunga.. itu namanya RIBA!!. Menguntungkan satu pihak (yg menghutangi), merugikan pihak laen (orang fakir yg hutang)..
    KALO SEKARANG?
    Bunga bank boleh dg syarat: 1. Utang utk modal produksi. 2. Bidang produksi jelas dan dimungkinkan besar bisa menguntungkan. 3. Bunga standar sesuai hasil produksi & dimampui oleh penghutang..

    LHA…. Dg 3 syarat itu maka bunga bank BUKAN RIBA lg, sbb kreditur dpt untung dg bunga, debitur dpt untung dr produksi & sisa cicilan..
    BEGITU kira2…………………………….
    JADI, silahkan ditelaah sendiri……. masuk haram apa engga VALAS icu………..
    SEMOGA BERMANFAAT.
    WASSALAM.

    Reply
  48. yopan juniawan

    jangan mengikuti hawanapsu demi kemudahan cari uang, sesunguh nya alloh telah memberikan rijki yang benar sesunguhnya alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.wasalam qum mumin

    Reply
  49. agusssss

    ciapa sih orang indonesia yang lebih ngertiin syari dari para cendekiawan di MUI? kalau MUI aja memberi fatwa trading forex HALAL trus apa lagi yang mesti diragukan ? dan untuk bunga bank konvensional fatwa MUI adalah riba, HARAM hukumnya. jelas kaaaaaaaNNN?????.

    Reply
    1. abdullah

      mengutip dari yg atas
      Barangkali anda kurang teliti dalam membaca fatwa, di fatwa MUI tentang jual beli VALAS. Berikut cuplikannya:

      “Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya BOLEH dengan ketentuan sebagai berikut:

      a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
      b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).”

      Bagaiman dengan Forex Trading? Menurut saya ketentuan poin a. tentang tidak untuk spekulasi tidak bisa terpenuhi. Artinya, main forex trading itu MURNI untuk Spekulasi dan bukan utnuk kebutuhan transaksi, misal anda mau melancong ke luar negeri dll.
      Jadi jual beli Valas model begitu menjadi TIDAK BOLEH.

      klo menurut saya, sbaiknya lebih berhati” aja…krn byk skali usaha yg mnggiurkan yg disamarkan k haramannya, dan terkadang mreka brani mengambil spenggal ayat/hadist yg mreka tafsirkan sndiri demi keuntungan mereka, di Alqur’an surah annur jg sdh d sebutkan

      (47) Mereka berkata: Kami percaya kepada Allah dan Rasul dan kami pun patuh. Tetapi sehabis (pengakuan itu) sebagian me­reka berpaling. Dan orang-orang itu bukanlah sebenamya ber­iman.
      (48) Dan apabila mereka diajak kepada yang dikehendaki …Allah dan Rasul-Nya supaya diputus-kan hukum di antara mereka , tiba-tiba sebagian mereka menolak.
      (49) Tetapi kalau kebenaran itu akan menguntungkan mereka, mereka pun segera datang menyatakan tunduk.
      (50) Apakah dalam hati mereka ada , penyakit ? Apakah mereka ragu-ragu ? Ataukah mereka takut kalau-kalau hukum Allah itu akan merugikan mereka ? Demikian juga hukum Rasul ? Tidak ! Yang terang ialah bahwa mereka adalah orang-orang yang zalim aniaya.
      (51) Tidak ada jawaban lain bagi orang yang beriman, apabila mereka diajak kepada Allah dan RasulNya supaya dilakukan hukum di antara mereka, hanya: “Kami dengarkan ajaran itu dan kami patuhi . ” ltulah orang-orang yang menang.
      (52) Orang-0rang yang taat kepada Allah dan RasulNya, disertai takut kepada Allah dan takwa kepadaNya, itulah orang-orang yang akan beroleh kejayaan.
      (53) Mereka pun bersumpah “Demi Allah” dengan sungguh-sungguh, jika engkau perintahkan mereka keluar, bahwa mereka itu sungguh-sungguh akan keluar. “Katakan olehmu, tak usahlah bersumpah. Laksanakan saja perintah itu , itulah yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan Allah Maha Tahu apa jua pun yang kamu kerjakan.
      (54) Katakanlah: Turutilah olehmu perintah Allah dan turutilah perintah Rasul. Tetapi jika kamu masih berpaling juga, namun Rasul hanyalah semata-mata melaksanaklan tugas yang di bebankan kepadanya, dan kewajiban kamu pun adalah melaksanakan pula tugas yang dipikulkan kepada kamu. Tetapi jika kamu patuhi dia, niscaya kamu akan mendapat petunjuk. Dan kewajiban Rasul tiada lain hanyalah semata-mata menyampaikan dengan sejelas-jelasnya.
      bgitu byk jln menuju rezki yg halalan toyyiba yg Allah berikan… lalu knp mnuju jln yg samar-samar?
      buat apa keuntungan yg berlimpah jika tdk barokah? yakinlah itu akan percuma..wallahua’lam bissowafff..

      Reply
      1. bedur

        semua orang yang mau berusaha jelas mengarah kepada barokah yang menjadi permasalahnya di forex itu sendiri mungkin bapak yakin klo forex itu bisnis tak jelas (spekulasi) tp sebagian orang yang mengerti ilmu forex ya sah2 saja toh semua ada ilmunya…saya mau tanya ..bapak sejauh mn tau forex??apakah bapak mantan trader atau bgmn??jngn2 bapak blm pernah main forex cuman katanya2 saja…menurut saya pak orang yang mengatakan forex adalah bisnis judi itu karena mereka kalah di forex …makannya ILMU dulu baru komen…thank

        Reply
        1. Imam Munawir

          Anda tentu jagoan forex sehingga tak pernah kalah di forex. Tapi apakah anda mendalami hukum dalam ekonomi syari’ah?
          Judi pun ada ilmunya, Karena kemungkinan apa yang terjadi atau hasil selanjutnya dapat di perhitungkan dengan jalan ilmu matematika. dan beda hasil(Keuntungan) orang yang telah mahir bermain dalam salah satu bentuk judi dengan pemulanya. Jadi tidak ada kenanya orang yang mengatakan forex itu judi karena mereka kalah atau kurang ilmu atau mahirnya. Jika anda memperhatikan dengan mendalam anda akan memahaminya.
          lagi pula pembahasan/comnt pak abdullah mendiskusikan berdasar ilmunya dan anda membalasnya tidak dengan ilmu forex yang anda miliki.

          Reply
  50. Bayu Chuan

    Perbedaan Pendapat Boleh Aza,, tetapi Apakah Forex itu sangat Mengganggu Saudara2 yang Mencibir masalah Forex,, bijaklah kepada diri sendiri,, ngapain kita selalu mencari kesalah orang lain,, jika mereka tidak menyebabkan kita rugi atau susah,, biarkan aza ,, bekeyakinan lah semua itu adalah Rejeki dari Tuhan,, cuman jalannya aza berbeda2,,, saya takutnya ,, saudara2 yang mencibir forex itu ,, mungkin ada sanak familynya telah menikamati hasil dari forex,, yang mereka nggak sadar,,,, hahahahahahha ,, sukses buat Trader,,,

    Reply
    1. Imam Munawir

      Masalah Halal Haramnya Forek Menggangu? Tentu saja mengganggu, karena ini masalah hukum agama.
      Kita bukan mencari/mengorek kelemahan atau kesalahan orang lain tapi sekali lagi, menginginkan kejelasan dari hukum agama. dan itu baik dan benar-benar tidak ada unsur unsur mencari kesalahan orang lain.
      Memang rejeki rahasia dan iya dari Tuahan tetapi kita di wajibkan mencari rejeki dengan halal dan baik.
      Kalo orang yang belum mengetahuinya tidak mengapa (tidak berdosa), atau ragunya pun tidak mengakibatkan dosa.

      Reply
  51. aa

    Klalo menurut pendapat saya forex bukan judi, yang namanya bisnis itu ada unsur spekulatif, misal buka bengkel ato rumah makan emang ada yg ngejamin bengkel itu laku dan bisa dipastikan berapa orang yg datang untuk service, sama jga spt bisnis rumah makan. ada brapa hadist (klo tdk salah) yg mengatakan klo transaksi emas harus ditukar dengan emas juga, ato emas di tukar dengan barang yang beda asal jumlahx sama, permaslahanx disini alat tukar yg di gunakan sekarang adalah uang,, jadi sah sah aja donk…

    Reply
  52. andy

    trading forex sama sekali bukan spekulasi, sama persis dgn transaksi disemua pasar, bahkan yang tradisional sekalipun. misal aja, orang mo tanam melon dan blom ngarti / blom ngilmuin cara tanam melon yang baik, tentu itu yang dibilang spekulasi, jadinya melon yang cm segede telur , tapi yang udah tahu cara tanam yang baik dia akan panen dengan keuntungan yang bagus. nah di trading forex ada banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari sehingga kita akan melakukan transaksi yang sangat jelas, sama sekali bukan untung-untungan. jadi tolong klo blom tahu trading forex scr obyektif jgn kasih komen yang hanya akan ( maaf ) bikin saya dan banyak lagi orng yang udah ngerti forex jadi ketawa geli. saran saya pelajari sistemnya udah gitu silakan klo mau komen. trims.

    Reply
    1. Imam Munawir

      Anda tentu sangat mengerti tentang trading forex, tetapi apakah anda mengerti tentang ekonomi syari’ah?
      Jadi itulah gunanya berdiskusi.
      Dan anda menyamakan Trading forex dengan jual beli di pasar tradisional, saya yang akhirnya tertawa geli.

      Reply
  53. wong awam

    ehhh jadi uang kertas haram yaa ??? trus klo gue mau beli beras musti pake apa ???? pake emas ? ato perak ?????????????????? wah bisa gak makan nih anak bini gue klo sekedar mo beli bumbu dapur aja musti pake emas ? trus apa gue haram juga bila naik motor butut gue ?tolong jangan piciklah menyikapi nash, ingatlah Alloh menghendaki kemudahan untuk ummatnya bukan kesulitan. yah klo gitu gue mo nambang dulu aja biar bisa beli cabe.

    Reply
    1. uang kertas itu riba

      yup, uang kertas memang riba.

      kalau bisa nambang boleh tuh, tapi kalau gak mau nambang, pakai aja dinar dirham emas.

      ente belum baca sejarah uang tapi udah ngecap ngasal aja, baca dulu baru komen.

      peace dah!

      Reply
  54. djava

    kalo jaman pra sejarah ada radio bunyi pasti di sembah2, kalau jaman gajah mada ada hp pasti dikira orang tidak waras ngomong sendiri, kalau jaman teknologi ga kenal dunia maya ya kembali ke jaman pra sejarah aj, yang semuanya harus kelihatan, mau jual beli harus barter tidak kenal ATM dan kartu kredit apalagi dagang on line kaya forex he he he

    ayoooooo sekolaaaah!!!

    Reply
    1. uang kertas itu riba

      enta kagak ngarti apa maksud di balik pemakaian uang kertas dan uang plastik/atm.

      uang kertas itu sarana pemiskinan umat manusia, baca dulu makanya sebelum kasih tanggapan.

      ente asal ngecap aja, jangan main tong kosong nyaring bunyinya!

      Reply
  55. bedur

    begini saja deh….jika sesuatu itu membuat kita ragu ya jangan di jalankan…yg ragu dg forex ya ga usah main forex yang yakin dengan forex ya teruskan saja…karena semua punya dalil….sekian…

    Reply
  56. orang-awam

    Buat agan-agan semua.. yang pinter-pinter

    Menurut saya itu masing-masing orang cari pembenaran semua.
    Karena kita akan tahu jika sudah dapat kapling ukuran 2x1meter sama batu nisan…… wk..wk…wk.
    Tunggu aja kita tidak usah berdebat, kita ketemu di alam kubur, he..he…
    ntar kan tahun mana yang benar.

    Reply
  57. satria

    Yang pasti itu …..

    Kalo kalah/rugi namanya JUDI, Kalo menang/untung mah namanany REJEKI.

    contoh : pedagang daging menjual dagangannya, setelah terjadi kesepakatan di tukarlah uang dengan barang namun setelah sampai di rumah ternyata :

    1. daging yang di beli sangat segar (rejeki)
    2. daging yang di beli busuk sebagian (judi)
    3. daging yang di beli terjatuh di jalan (judi)
    4. daging yang di beli timbangannya lebih dari yang di beli(rejeki)

    dan pada pihak yang menjual yang terjadi adalah :

    1. uang pembayaran ada yang nyelip 50% ato dapet tip tambahan (rejeki)
    2. uang pembayaran ternyata palsu/ hilang (judi)
    3. daging busuk terjual habis (rejeki)
    4. lapak tukang daging di gusur satpol pp (judi)

    Reply
  58. i-tasik

    masih jauh klo harus memberikan tanggapan tentang forex itu halal, pengetahuan tentang forex juga baru beberapa x baca, namun dengan adanya pemabhasan ini, <a href="http://i-tasik.blogspot.com"jadi harus lebih banyak mengetahui dulu tntang forex.thnk infonya

    Reply
  59. seru juga diskusi halal haram forex disini ya

    keren agan2 semua yang pada diskusi.

    tapi silakan komen pakai ilmu, belajar dulu apa itu uang kertas dan maksud dan tujuannya.

    tak terbatas hanya uang kertas, pokoknya selain uang emas dan perak, itu bukan uang dan ini digunakan untuk memiskinkan semua manusia.

    coba kita bandingkan jaman umar dengan jaman sekarang.

    jaman umar, semua orang kaya, buktinya tidak ada yang mau menerima zakat.

    jaman sekarang? orang berebut cari pembagian zakat, inilah ketimpangan yang sengaja dibuat oleh sistem kapitalis dengan uang kertas, sadarlah juragan semua!

    kalau kita pakai dinar emas dan dirham perak, semua orang menjadi kaya adalah suatu keniscayaan dan sudah terbukti di jaman umar.

    sebaliknya, sejak pemberlakuan uang kertas, ketimpangan antara si miskin dan kaya semakin menjadi saja, dan belum ada sejarahnya sebuah negara semuanya kaya penduduknya di jaman uang kertas ini.

    sadarlah, anda semua sedang dibodohi dengan uang kertas!

    Reply
  60. samsoedin

    kita sedang dibodohi dengan uang kertas,..atau kita yang bodoh masih pake uang kertas,…, kalau memang kita masih make uang kertas,..bodohilah diri kita yang makenya,.. uang kertas cuma barang coy….

    Reply
  61. SpeedHorse

    Ada yang berwenang menentukan halal haramnya Forex Trading (saham) secara hukum agama kita (Islam).

    Jika BEJ (Bursa Efek Jakarta) masih ada, artinya MUI masih menilai bahwa itu halal. Ngapain dipermasalahkan, kecuali kalau ENTE elmunya udah melebihi para petinggi MUI.

    Makanya aku nyantai aja nikmati hasil dari http://speedline-int.com/?id=speedhorse.

    Maknyoss kan?

    Reply
  62. mamad

    assalamualaiku…
    wah jadi seru banget disini…
    makasih banget nich rekan2 yg dah debat,,yg akhirx ane tau forex tuh mana yg halal dan yg haram…hidup indonesia..

    Reply
  63. mamad

    assalamualaikum..
    wuiih rame banget..trims pada smuax yg pada debat ttg valas/foreig..akhirx ane ngerti dikit ttg hukumx antara yg halal ma haram..sukses untuk semuax…

    Reply
  64. Mr pmanschilds

    Dr smua komen yg ada, sy hny bisa menyimpulkan bahwa, yg pasti “haram” nya adalah “keragu-raguan” dlm pgambilan kputusan, so, utk yg stuju halal karena mmiliki penilaian sdiri, bgtu jg dg yg stuju haram, jalankan saja mana yg tdk meragukan bagi kalian, rasanya itu lbh aman utk para pelakunya, hehehehe

    Islam itu mudah dan modern, jgn lupakan itu :-)

    Reply
    1. Imam Munawir

      Keragu-raguan tidak dihukumkan haram tetapi subhat.
      Benar, itu tegantung keyakinan anda. Tetapi sebelum berkeyakinan carilah dalil yang benar-benar meyakinkan anda untuk menjalankannya. dan berhati-hatilah dalam menentukan hukumya bagi diri sendiri. Itu saja kok.

      Reply
  65. RRRrrr!!!

    ealah Mas Bro…
    Saya suka berspekulasi dalam Setiap BISNIS yang saya jalankan,..
    tapi saya tidak pernah mau berspekulasi masalah HIDUP dan AGAMA.
    Karena manusia kalau sudah MATI, ga bakalan hidup lagi….
    jadi, kalau masih ragu mengenai ‘halal’nya sesuatu, mending ditinggal aja, g usah dijalani…
    gitu aja kok repot…

    Reply
  66. Mars

    Maaf saya koq lbh condong trading valas bgitu sgt meragukan dan condong haram…. berhati2lah kawan, Umat akhir zaman ini mengamalkan sunah bagaikan memegang bara api!

    Reply
  67. dya

    Bagi temen temen yang muslim yg merasa bahwa Forex haram ya..monggo toh itu masalah keyakinan dipersilakan untuk mengamini hal tersebut.Dan untuk yg lain diluar Muslim ya monggo saja bertransaksi di Forex ..tapi tetep hati-hati namanya usaha pasti ada untung ruginya yang penting kita bersaudara sesama orang indonesia.

    Reply
  68. ELWE

    Sebenarnya pandangan dari sudut agama adalah untuk memberi ruang agar insan manusia menjadi Taqwa..yaitu melakukan perintah dan meninggalkan larangan..batasan ber-taqwa adalah selalu “sabar” dalam menerima cobaan..apakah cobaan pada saat senang ataupun cobaan disaat kesusahan…dan senantiasa istiqomah dengan senang berbagi kepada sesama umat manakala mendapatkan rizki yang banyak..(hukum pengatuan dengan ber-zakat dan bersedekah) karena itulah islam mengajarkan agar “kita” selalu bekerja keras agar tangan kita selalu diatas dan senang memberi..bukan sebaliknya hanya untuk memperkaya diri sendiri..karena cara2 manusia memperkaya diri itu sudah kodratnya dari sifat yang tidak pernah puas..menjadi bijaksana tanyakan pada diri masing2..setelah berkelimpahan apa “misi/tujuan” selanjutnya.. menurut saya..kembalikan saja persepsi/sudut pandang masing2.. karena segala urusan duniawi itu penuh dengan “dosa”.. perdebatan hanyalah masalah kedewasaan saja dalam memahami sebuah persoalan..(proses pendewasaan)..kebenaran hanyalah mililk allah semata..tidak pada manusia dengan segala kelemahan-nya..karena matematika manusia jelas sangat berbeda dengan matematika allah swt..semoga forum ini menambah proses pendewasaan..sukses dunia akhirat..

    Reply
  69. ghalunk

    Waduhh… harga tiket pesawat sekarang tiap jam bs berubah2 ya… ada naek turunnya jg… berarti naek pesawat jga haram ya???

    Reply
  70. Imam Munawir

    Uang (mata uang) Telah di sepakati sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang(Wikipedia). Jadi Kalo yang telah disepakati sebagai alat pembayaran (uang) itu tidak termasuk barang. dan memperdagangkan uang itu tidak sama dengan memperdagangkan barang dagangan. Keharaman Valas bukan dari segi untung-untungannya tetapi karena dia bukan termasuk barang(yang dapat dimanfaat secara langsung pada kebutuhan) oleh sebab itu memperdagangkan uang terhadap naik turunnya nilai itu jelas-jelas haram.. Pun bila anda ragu, keraguan itu pun berhukum subhat dan lebih di anjurkan untuk anda menghindarinya.

    Reply
  71. Imam Munawir

    Dan Satu hal lagi-> Bedakan. Bedakan untung rugi judi dengan untung-rugi berusaha atau berdagang. Dimana bedanya. salah satunya, untungnya orang berjudi karena ruginya orang lain sedangkan untungnya orang berdagang atau penyedia jasa karena manfaat(keuntungan) orang lain. Terus bedakan untung rugi dari naik turunnya nilai valas dengan naik turunnya nilai barang dan jasa. bedanya kemutlakan pemain valas untuk mencari keuntungan karena naik turunnya, sedang barang dan jasa naik turunnya karena kemanfaatanya juga kebutuhan coba perhatikan diantara keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar dan gunakan logika anda. Berdagang dan penyedia jasa asasnya kemanfaatan. ruginya berniaga dan penyedia jasa karena asas kemanfaatan tadi. dan sebenarnya banyak hal lagi kalo anda coba mencernanya lebih dalam. itulah sebabnya banyaknya orang yang berkata dengan logikanya saja menyatakan valas itu haram. Banyak hikamah dari hukum islam yang pelan-pelan dunia barat pun mengakui kemampuan bertahannya keuangan syariah dari krisis global, dan banyak hikmah yang lainnya lagi.

    Reply
  72. Imam Munawir

    Hikamah
    Memang terlihat kemajuan tekhnologi lebih cepat berkembang di dunia barat dan sebaliknya di dunia islam. Tetapi anda jangan salah mengira atau menganggap itu kemunduran dunia Islam, justru Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, artinya memberi kesejahteraan bagi sekalian alam. Coba perhatikan akibat dari yang di anggap kemajuan. salah satunya mobil yang berkakibat mempercepat kerusakan alam dan manusia itu sendiri(kesehatan). Dan banyak hal dari tekhnologi yang sementara terasa bermanfaat tetapi akibat darinya justru lebih fatal, baik secara fisik maupun mental. Dan sebenarnya masalah ini pun sudah pelajari oleh para ahli-ahli terdahulu. Tapi itulah Manusia, Untuk memenuhi kebutuhannya sekarang dia lebih rela mengorbankan kebutuhannya dimasa yang akan datang. Coba analisa akibat-akibat mendatang dari eksploitasi alam demi kebutuhan sekarang. Bukan hanya secara fisik yang akan di korbankan tetapi juga moral(mental).
    Itulah salah satu hikamah dari hukum Islam.

    Reply
  73. Imam Munawir

    Uang Dengan Barang Dagangan BERBEDA.
    1. Namannya BEDA
    2. Definisinya BEDA
    3. Kemanfaatan Obyek Secara langsung BEDA
    4. Dalam Islam Hutang uang dengan Hutang Barang BEDA
    5. Naik Turunnya nilai mata uang dengan Naik Turunnya nilai Barang dagangan BEDA.

    Reply
  74. Deni Aryanto

    ikutin Pemerintah aja deh.. monggo dibaca atau kalo nggak mau main forex ini ada yang dapet penghasilan stabil http://bestjsstripler.wordpress.com

    FOREX dalam hukum ISLAM

    ?????????????????????????????????
    Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam. Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.
    Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.
    TRANSAKSI VALAS dalam HUKUM ISLAM
    1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima • Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. • Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. • Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)
    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu: • Suci barangnya (bukan najis) • Dapat dimanfaatkan • Dapat diserahterimakan • Jelas barang dan harganya • Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya • Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.
    ????????????????????????????
    “Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)
    Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:
    ??????????????????????????????
    Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.
    Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual.
    Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:
    ????????????????
    Kesulitan itu menarik kemudahan. Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.
    JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM
    Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.
    Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)
    FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS
    Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).
    MENIMBANG :
    a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.
    b. Bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.
    c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman.
    MENGINGAT :
    ” Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
    ” Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)’ (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
    ” Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”.
    ” Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: “(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”..
    ” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.
    ” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).
    ” Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: “Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”
    ” Ijma. Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu.
    MEMPERHATIKAN:
    1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878
    2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.
    MEMUTUSKAN
    Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).
    Pertama : Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
    b.Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
    c.Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.
    Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing
    a.Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.
    b.Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
    c.Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
    d.Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
    Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Jakarta
    Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M
    DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>